Tag Archives | Warung

Solikin Legenda Tahu Tek Kampus

Cak Solikin..

Cak Solikin..

Menurut wikipedia bahasa Indonesia legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Tapi buat saya tetap saja “Solikin” adalah legenda yang mendunia buat penggemar makanan tahu telor bumbu khususnya mahasiswa dan masyarakat Tegal Boto atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Kampus” :)

Solikin.. siapapun pasti tau akan sosoknya . Sang empunya tahu telor bumbu di kampus ini sangat-sangat terkenal loh. Bukan cuma karena racikanya yang emang mantab tapi juga karena sosoknya cukup ramah kepada siapapun juga. Jangan heran kalau banyak klaskon mobil atau motor yang kerap berbunyi tin.. ton.. tin.. ton.. sekedar menyapa. Pemilik tubuh subur, berkumis, dan kepala plontos ini ini memang sudah jadi bagian kawasan dan orang kampus. Nggak sedikit sahabat dan teman-teman yang sudah selesai kuliah dan pindah ke luar daerah yang masih tanya “Solikin masih jualan nggak ? atau “kangen makan tahu telor solikin neh..” :)

Buat saya yang kuliah dan pada akhirnya sekarang menetap di Jember bisa dibilang tau gimana sepak terjang tahu telor bumbu Solikin haha… Kalau nggak salah Solikin memulai usahanya awal tahun 2000an dan langsung nawarin menu makan malam ala mahasiswa yang enak dan murah “Tahu Telor Bumbu”. Makanan ini mirip-mirip sama tahu bumbu sih tapi ada juga yang bilang kalau tahu telor bumbu Solikin itu makanan asli malang. Bagi saya apapun namanya dan darimanapun asalnya yang penting enaaaak..!! hehe..
Continue Reading →

Comments { 18 }

Soto Dahlok Yang Legendaris

Soto Dahlok

Soto Dahlok

Warung itu masih sama seperti dulu. Kalaupun berbeda hanya terlihat dari cat dinding saja yang berganti warna. Tulisan Soto Dahlok dari kain berwarna gelap yang terpampang menutupi sebagian warung tetap menunjukan kesederhanaan. Pun saat saya melangkahkan kaki masuk kedalam. Letak dapur, kursi dan meja tidak begitu banyak perubahan.

Dahlok.. Siapa yang tidak mengenal jalan di tengah kota Jember..?! Kemashyuran namanya tidak perlu dipertanyakan lagi. Begitu juga dengan warung yang ada dipinggir gang kecil itu. Seingat saya Soto Dahlok sudah sangat-sangat populer sejak jaman dulu. Tahun 80-an saat saya yang masih imut dan amit itu bertandang ke Jember selalu datang ke warung makan ini kalau soto menjadi agenda bersantap keluarga kami.
Continue Reading →

Comments { 15 }

Pedasnya Ayam Pedas Mlokorejo

Warung Makan Ayam Pedas Mlokorejo

Warung Makan Ayam Pedas Mlokorejo

Pernah dengar dan mencicipi ayam pedas..?? Bagi anda yang asli orang Jawa Timuran pasti sudah mengenal masakan yang satu ini. Ya… ayam pedas memang salah satu menu yang menawarkan sensasi lain saat anda memakanya. Itu semua karena racikan bumbu-bumbu yang mampu menggoyang lidah kita karena rasa pedas dari cabe rawit merah yang digunakan kedalam masakan tersebut. Bukan cuma satu atau 10 biji cabe ya.. tapi kabarnya jumlah cabe yang dipakai sampai kiloan hehe..

Menyantap ayam pedas dengan nasi putih hangat di temani segelas es teh bagi saya pengalaman yang seru meski nggak baru. Betul kok nggak baru.. karena saya cukup beruntung sudah beberapa kali mencicipi ayam berkuah pedas ini selama tinggal dan hidup di Jember. Ada yang niat beli karena penasaran pengen tau gimana rasanya, ada juga yang dikasih temen karena kasian liat saya yang merengek-rengek dibelikan oleh-oleh saat beberapa sahabat pulang ke Banyuwangi :) Oh ya kabarnya Banyuwangi itu daerah yang mempopulerkan ayam pedas ini ya..?? (Dibantu infonya teman).
Continue Reading →

Comments { 18 }

Tawangalun Yang Terlupakan

Tawang Alun...

Tawang Alun...

Masih ingat kapan terakhir kali anda menginjakan kaki di terminal Tawangalun….?? Saya yang belakangan ini harus mondar-mandir Jember Surabaya dan menggunakan fasilitas bus antarkota jadi lebih tau, melihat dan merasakan bagaimana keaadaan sebenarnya terminal bis kebanggan Jember ini.

Sekilas memang tidak ada yang berbeda dari terminal ini, kurang lebih masih sama seperti tahun 90-an. Tawangalun masih berfungsi bagaimana seharusnya sebagai tempat transit bus yang mengantarkan penumpang dari satu kota ke kota lain. Penampilan luar terminal ini ramai karena umbul-umbul dan spanduk yang menghiasi pagar depan, sedangkan kondisi di dalam terminal sendiri cukup mengecewakan. Masalah sampah masih menjadi PR sampai saat ini. Area parkir bis kondisinya juga tidak sedap dipandang. Banyak lobang disana sini yang apabila hujan turun jadi seperti got-got kecil yang terhampar dengan bau yang menyengat. Belum lagi pedagang kaki lima yang berserakan di area tunggu penumpang. Hmm.. anda tau kan ibu-ibu yang jualan kopi, teh, nasi bungkus, dan gorengan di tempat duduk penumpang itu…?? Keadaan ini sudah berlangsung cukup lama loh. Saya gak habis pikir kok mereka tidak ditertibkan dan diberi tempat yang layak untuk jualan. Bukanya malah senaknya jualan ditempat itu, apalagi pake acara tidur disamping dagangan mereka. Siapapun juga yang melihat pasti tidak nyaman.
Continue Reading →

Comments { 17 }

Selera Nusantara di Tosoto Jember

Tosoto Jember

Tosoto Jember

Penampilan rumah makan yang satu ini memang menggoda. Lihat saja warna yang dipilih untuk mempercantik bagian eksterior dan interiornya. Hijau dan kuning mampu membuat siapa saja tergoda untuk mampir dan mencoba aneka menu yang ditawarkan. Namanya Tosoto rumah makan keluarga ini ada di Jl. Slamet Riyadi Jember. Lebih tepatnya ada di setelah pertelon RSUD Soebandi. Kalau anda dari arah kota Tosota ada disebelah kiri setelah lampu merah, sedangkan kalau anda datang dari arah Bondowoso rumah makan ini ada disebelah kanan sebelum lampu merah.

Saya pribadi beberapa kali hanya mampu melirik dan mbathin “hmm…sepertinya enak deh” hehe… maklum saja perbaduan warna, gambar makanan, dan tagline “Selera Nusantara” mampu membuat saya ingin sesegera mungkin mampir :) Dan akhirnya kesempatan makan siang di tempat inipun datang. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya Tosoto resto franchise dari surabaya ini aye cathing banget, mulai dari depan sampai dalam rasanya tidak ada sedikitpun yanag terlewat dari warna warni khas Tosoto, hijau dan kuning. Dinding, meja kursi makan, Menu, sampai No meja pun Branded Tosoto. Pokoknya pandangan pertama langsung segeerrr bangeet :)
Continue Reading →

Comments { 12 }