Di daerah manapun hadirnya Perguruan tinggi baik negri ataupun swasta bisa menjadi tolak ukur kehidupan ekonomi daerah itu sendiri, seperti Jember. Perlahan tapi pasti roda perekonomian dan pelaku bisnis terus berkembang dari waktu-kewaktu. Tak perduli apakah pelaku ekonomi itu datang dari skala kecil atau besar. Lihat saja bagaimana wajah Jember saat ini dibandingkan dengan 6 tahun yang lalu atau bahkan tahun-tahun sebelumnya. Sarana dan prasarana sudah jauh lebih maju dengan pilihan yang beragam. Itu semua untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jember yang kebanyakan adalah seorang pendatang.
Saya coba membawa anda masuk lebih jauh ke satu daerah… Tegal Boto atau Kampus (biasa disebut). Kampus… saya melihatnya di awal tahun 1998 saat jalan-jalan sore bersama saudara laki-laki saya sore hari. Itu memang pengalaman pertama saya main di daerahnya mahasiswa. Seperti tempat lain di Jember kota, Kampus asri sekali dengan pohon-pohon tinggi dan rindang yang ada di sepanjang jalan Jawa. Seingat saya saat itu Jalan Jawa memang sudah ramai dengan pedangan makanan, foto copy juga rental komputer. Meski sekilas saya cukup terkesan bahkan saya sempat bingung saat harus memilih jalan dan menentukan mana ke arah jalan Sumatra mana ke jalan Kalimantan hehehe.. kan baru pertama kali loh ![]()
Continue Reading →

Menghabiskan sebagain besar waktu saya beberapa tahun terakhir di kota Jember membuat saya tau sebagian kecil dari yang besar-besar tentang Jember. Salah satunya kegiatan malam hari yang di sebut ‘Cangkruk’ atau nongkrong. Kalau pake istilah yang lebih keren jaman sekarang hang out kali yah..?!.

Asyiiik….!! akhirnya gak usah jauh-jauh ke Surabaya kalo gie ngiler makan Pizza. Dulu…waktu masih kuliah di Universitas Jember, saya sering banget mupeng Pizza kalau lama gak pulang kampung ke Jakarta. Kalau ada temen yang ke Surabaya seneng banget karna bisa nitip atau malah minta oleh-oleh Pizza. Sering ngayal juga kapan di Jember ada makanan orang londo ini. Eh…gak taunya sekarang ada di depan mata.




