Kran air saya dirumah rusak. Alhasil dua hari yang lalu saya ke toko Sumber Alam di JL. Trunojoyo. Toko ini termasuk toko favorite saya kalau ada keperluan membeli sesuatu yang berhubungan dengan pernak-pernik rumah dan bangunan. Selain strategis toko ini juga termasuk komplit..plit.
Ya… toko ini memang termasuk komplit, hampir semua pernak-pernik dan printilan banguanan di jual disini. Contohnya disini anda bisa menemukan alat-alat listrik, las, kran air, sanitary, alat pertukangan, sampai mesin disel juga ada. Banyak juga sih alat lainya yang dijual, tapi maap saya kurang tau dan nggak ngerti hehehe…. Pokoknya dicoba aja deh cari dan beli disini.
Toko Sumber Alam ini ada di pertokoan Jl.Trunojoyo sebelah kanan sebelum pasar tanjung. Ancer-ancernya setelah lampu merah Matahari terus dikit, kira-kira 50m. Tokonya besar, plang toko juga besar, jadi gampang nyarinya
. Jam bukanya mulai pagi sampe sore hari (jam pastinya dibantu yaa..) mulai hari senin – sabtu saja karna minggu liburrrr. Buat saya pribadi Sumber Alam jadi penolong dikala susah hahah… Soalnya sering saya nggak tau nama alat yang mau saya beli, dengan sedikit cerita buat apa dan bentuknya gimana pasti langsung dikasih tau ![]()
Continue Reading →


Campuran bahasa Jawa yang dimadurakan atau bahasa Madura yang dijawakan telah melahirkan budaya baru di Jember. Dalam hal ini bisa dibilang bahasa baru. Karena menurut saya belum ada istilah yang baku. Ada yang mengistilahkanya sebagai budaya Pendhalungan. Namun bukan bahasa Pendhalungan. Kalau di Malang lahir bahasa Jawa yang dibolak-balik, seperti : umak kadit nakam ? (kamu tidak makan?) atau di Surabaya terkenal dengan cak-cuk nya, maka di Jember ada bahasa sehari-hari yang sampai saat ini belum dapat istilahnya, menurut saya. Logat dan bahasa ini dipakai luas oleh masyarakat Jember sehari-hari, baik yang tinggal di kota atau masyarakat Jember lainnya. Apalagi yang tinggal di daerah Jember Lor (Jember bagian Utara). 




