Saya sangat berterima kasih akhirnya saya mendapatkan photo beliau dan juga informasi penting melalui tulisan-tulisan dari Alfred Birnie . Alfred adalah seorang penulis yang juga cucu dari William Birnei salah satu anak George Birnei yang lahir tahun 1868 di Jember, Jawa Timur. Ayahnya adalah Adolf Sie dia seorang peranakan Indo-Tionghoa.
(lagi…)
1. Masjid “Tempurung Kelapa” Al-Baitul Amin.
Masjid ini terletak di sebelah barat alun-alun. Dengan bentuk arsitektur menyerupai tempurung kelapa, masjid ini dibangun pada masa Bupati Abdul Hadi, sekitar tahun 1970an. Selain dari pemerintah daerah masjid ini dibiayai oleh masyarakat karena bupati memerintahkan para kepala desa untuk melibatkan masyarakat memberikan sumbangan material berupa kelapa yang kemudian di jual dan hasilnya di sumbangkan untuk pembangunan masjid ini. Di sebelah selatan adalah masjid lama yang sengaja dipertahankan karena mempunyai nilai sejarah.
(lagi…)
Nah sejak setahun terakhir bagi teman-teman yang ingin beristirahat di Gumitir, sekarang tersedia Cafe Gumitir, sehingga disaat penat, lelah dan mungkin ngantuk, teman2 bisa melepas lelah dengan pilihan menu secangkir kopi dengan berbagai pilihan dari kopi luwak, kopi lanang dsb, ditemani dengan pisang goreng, Singkong goreng dll serta bila lapar… tersedia pula menu khas ayam goreng gumitir,,so selamat mencoba.
Jam dipergelangan tangan saya menunjukan angka 00.33 Ya.. pagi itu saya baru aja mendarat di terminal Tawangalun. Dengan mata yang masih kiyep-kiyep saya jalan menuju tempat mangkalnya armada taksi. Setelah menyampaikan tujuan saya, langsung ditodonglah saya untuk bayar Rp.30.000. Bukan masalah nominal yang harus saya bayarkan, tapi cara penyapaianya saja yang menurut saya kurang enak. Urusan borong-borongan tarip taksi udah jadi hal biasa, di tengah malam menjelang pagi, di kota besar apalagi. Karna butuh saya pun meng-iyakan saja permintaan si abang taksi itu
Bisa saja sih saya naek angkot yang masih ada, tapi nggak mungkin saya jalan kaki masuk ke daerah rumah saya, maklum fly over yang ada lumayan bikin ngos-ngosan kalo saya mekso jalan sampe rumah agagag… Sebenarnya kalau taksi-taksi di Jember menggunakan argo penumpang pun akan kasih uang lebih. Nggak mungkin kalau argo cuma 10-15rb saya bayar pas apalagi kalau di argo tertera 12550 hahaha…. Meski peraturan kasih uang lebih ini nggak tertulis, buat mereka yang sudah sering menggunakan taksi pasti sudah tau lah.
(lagi…)
10 tahun… nggak kerasa sudah satu dekade acara ini berlangsung. Buat kami bukan hal mudah seorang Dynan Fariz dan tim-nya mampu untuk terus berkreasi dan menampilan sesuatu yang baru untuk Jember di event ini. Dan Jember Fashion Cranaval X boleh kan kalau saya bilang sebagai moment yang makin mengukuhkan pengakuan dari kita masyarakat Jember, Indonesia, dan Dunia bahwa mereka berhasil dan sukses membawa Jember sebagai icon kota fashion berkualitas internasional.
(lagi…)





