Archive | Pesona RSS feed for this section

Bahasa Jemberan

bahasajemberanCampuran bahasa Jawa yang dimadurakan atau bahasa Madura yang dijawakan telah melahirkan budaya baru di Jember. Dalam hal ini bisa dibilang bahasa baru. Karena menurut saya belum ada istilah yang baku. Ada yang mengistilahkanya sebagai budaya Pendhalungan. Namun bukan bahasa Pendhalungan. Kalau di Malang lahir bahasa Jawa yang dibolak-balik, seperti : umak kadit nakam ? (kamu tidak makan?) atau di Surabaya terkenal dengan cak-cuk nya, maka di Jember ada bahasa sehari-hari yang sampai saat ini belum dapat istilahnya, menurut saya. Logat dan bahasa ini dipakai luas oleh masyarakat Jember sehari-hari, baik yang tinggal di kota atau masyarakat Jember lainnya. Apalagi yang tinggal di daerah Jember Lor (Jember bagian Utara).

Keberadaan bahasa campuran ini khas bangget. BIsa dibilang gak ada tandingannya deh. Bagi saya sayang banget kalau bahasa ini tergusur oleh arus pendatang dari daerah kulon (Surabaya ke barat) yang menetap di Jember. Oleh karena itu Jember Banget punya inisiatif untuk mendaftar kata-kata yang sering digunakan dalam pergaulan sehari-hari di Jember. Jika ada yang perlu ditambahkan silahkan isikan pada kolom komentar dibawah. Berikut bhésa oréng Medureh campor mbik bosone wong Jowo hehehe…
Continue Reading →

Comments { 88 }

Sisi Lain Jember Fashion Carnaval 2009

JFCYang ditunggu baru saja selesai digelar. Jember Fashion Carnaval.. event yang membuat nama Jember terkenal di Indonesia juga Mancanegara sukses berlangsung kemaren, minggu 2 agustus 2009 dengan mengusung tema world unity.

Tidak dipungkiri publikasi secara besar-besaran yang dilakukan mampu membuat nama Jember khususnya, menarik siapa saja untuk tau lebih dekat bagaimana Kabupaten penghasil tembakau ini sebenarnya. Saya masih ingat saat ke Jakarta dan Surabaya beberapa waktu yang lalu. Saat keluar dari bandara internasional baik Soekarno Hatta atapun Juanda saya melihat dengan jelas iklan Jember Fashion Carnaval terpampang cukup besar di salah satu sisi jalan. Ada rasa bangga dan terharu yang menyelinap dihati saya saat itu. Lagi..meski saya bukan putra daerah, Jember sudah menjadi bagian dari hidup saya. Pun seperti tahun-tahun sebelumnya semua media baik cetak dan elektronik begitu antusias meliput dan memberitakan event tahunan ini. Para blogger mengeluarkan tulisannya, bahkan komunitas fotografi selalu datang dan menjadikan Jember Fashion Carnaval sebagai agenda tahunan mereka. Metro tv pun dengan setia memutar spot iklan Jember Fashion Carnaval.
Continue Reading →

Comments { 45 }

Kenitu, buah asli Jember ?

kenituBuah yang cuma ada di Jember dan kabupaten tetangga seperti Lumajang, Bondowoso dan Situbondo ini kabarnya jadi salah satu buah langka di Indonesia loh. Rasa dan teksturnya agak mirip-mirip buah sawo. Buah ini berwarna hijau muda, dagingnya putih, berbiji hitam seperti biji sawo, manis, sedikit ada rasa sepet getah, kandungan airnya banyak, dan kalau dikupas isinya seperti buah kecapi :)

Dulu saya menganggap buah kenitu biasa saja. Karena informasi seorang teman yang bilang kalau buah ini cuma ada di Jember dan kabupaten tetangga akhirnya saya niat banget makan buah kenitu hehehe.. Tekstur daging buahnya lembut dan enak, tapi sayang saya gak begitu suka. Alasannya karena saya juga gak terlalu suka makan buah sawo (kenitu golongan buah sawo-sawoan). Kenitu terkenal juga dengan nama sawo hijau, apel jawa, sawo duren, atau sawo beludru. Tapi menurut saya nama KENITU yang lebih unik dan kereenz hahaha….
Continue Reading →

Comments { 43 }

Masjid Jami’ Al-Baitul Amin

Apa yang ada dalam pikiran anda saat melihat atau memasuki Masjid yang ada di tengah kota Jember ini..??
Masjid yang menjadi kebanggan masyarakat Jember juga kebanggaan bangsa Indonesia karena keistimewaannya ternyata begitu dekat dengan saya dan anda bukan?! Setiap hari mungkin anda melihat dan melewati Masjid ini saat melakukan aktifitas sehari-hari. Keberadaannya di pusat kota membuat siapa saja dengan mudah mengagumi kemegahan dan keunikannya.

Masjid Jami’ Al-Baitul Amin mempunyai 7 buah kubah yang terlihat seperti saling bertumpuk. Itu juga yang membuatnya terkenal dengan sebutan Masjid 7 kubah sebagai simbol kemapanan umat muslim. Bentuk kubah yang mirip seperti gedung MPR-RI memang menjadi keunikkan tersendiri tapi ternyata tidak hanya itu, karena Masjid Jami’ Al Baitul Amin juga menyimpan sejumlah makna simbolis pada tiang-tiangnya. Tiang yang seluruhnya berjumlah 17 berdiri di dalam kubah utama. Jumlah 17 melambangkan jumlah rakaat sholat lima waktu yang di jalankan umat muslim.
Continue Reading →

Comments { 1 }

Cangkruk

CangkrukMenghabiskan sebagain besar waktu saya beberapa tahun terakhir di kota Jember membuat saya tau sebagian kecil dari yang besar-besar tentang Jember. Salah satunya kegiatan malam hari yang di sebut ‘Cangkruk’ atau nongkrong. Kalau pake istilah yang lebih keren jaman sekarang hang out kali yah..?!.

Setau saya istilah itu memang cuma ada di Jember. Gak tau juga kalau di daerah tetangga lainnya seperti Lumajang, situbondo, Bondowoso (boleh kalau ada yang mau kasih info tambahan).

Tempat buat cangkruk bukan cafe-cafe gaul seperti yang biasanya dipilih anak muda jaman sekarang loh ya karena yang jadi tempat cangkruk itu warung kopi plus2. Plus-plus yang saya sebut jangan di anggap negatif loh ya, plus-plus itu warung yang selain menjual minuman seperti kopi, teh, wedang jahe, juga menjual gorengan, nasi kucing, atau ketan dele. Selain warung, kamar kos, warnet, pos ronda, atau gang depan rumah juga bisa di pilih jadi tempat buat nyangkruk. Biasanyan, tujuan nyangkruk seh untuk ngabisin waktu bareng konco-konco sekalian tebar pesona. Enak toh ngobrol ngalur ngidul sambil makan-makan dan ngopi-ngopi..?? Apalagi kalau tempat nyangkruknya stretegis di pinggir jalan kan bisa sekalian cuci mata.. :)
Continue Reading →

Comments { 15 }