Archive | Kuliner RSS feed for this section

Rawon Semanggi dan Bu Tinema

Rawon Semanggi

Rawon Semanggi

Tiap pagi tempat itu selalu ramai. Sepeda motor berjejer rapi parkir dibibir jalan, pun di dalam, warung yang kecil itu tampak sesak saja oleh banyaknya pembeli yang rela antri untuk seporsi nasi rawon…!!

Kalau anda lewat JL.Bengawan Solo baik sebelum arah Jl.semanggi atau sebaliknya pasti tidak asing lagi dengan pemandangan ini setiap hari. Ada disebelah kiri kalau dari arah kampus sebelum belokan RS Jember Klinik dan sebelah kanan sebelum turunan jembatan Semanggi. Dulu… waktu saya belum tau saya juga luar biasa heran kenapa juga tempat itu rame banget, maklum nggak ada petunjuk apapun didepan warung. Saya baru ngeh kalau ternyata tempat yang saya maksud itu jualan nasi rawon yang murah meriah khas kantong mahasiswa :)

Warungnya cukup sederhana cuma tersedia meja panjang, kursi kayu panjang, dan beberapa kusri plastik untuk pembeli. Dan karena jadi satu sama tempat masaknya warung tersebut cukup panas karena hawa dari kompor dan atap yang tidak begitu tinggi. Di atas meja tersedia berbagai macam kerupuk dan keripik kacang. Meski sudah tahunan yang meladeni masih si Mbah dan si anak putri, seperti dulu waktu saya pertama kali makan disini.
Continue Reading →

Comments { 14 }

Bebek Goreng Di Kampus

Ngomongin pilihan kuliner di Jember rasanya nggak ada habis-habisnya. Makin hari makin banyak saja aneka macam pilihan yang hadir di kota Jember. Bukan cuma jajanan tapi juga makanan berat. Salah satunya Bebek Goreng H.Slamet yang bulan Mei 2010 ini buka di daerah Kampus.

Kampus atau Tegal Boto sekarang ini memang bukan lagi sebagai tempat menuntut ilmu tapi juga sebagai tujuan kuliner. Banyak banget pilihan kuliner yang ditawarkan mulai pagi, siang sampai malam hari. Jadi… nggak usah kaget kalau banyak yang dateng ke kampus buat makan :)

Saya sendiri baru tiga kali mencoba menu bebek goreng di rumah makan ini. Dua kali makan di tempat dan satu kali dibawa pulang. Meski nggak begitu fanatik sama bebek goreng tapi kalau ditanya bagaimana rasanya ..? Ok lah :)
Continue Reading →

Comments { 16 }

Solikin Legenda Tahu Tek Kampus

Cak Solikin..

Cak Solikin..

Menurut wikipedia bahasa Indonesia legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Tapi buat saya tetap saja “Solikin” adalah legenda yang mendunia buat penggemar makanan tahu telor bumbu khususnya mahasiswa dan masyarakat Tegal Boto atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Kampus” :)

Solikin.. siapapun pasti tau akan sosoknya . Sang empunya tahu telor bumbu di kampus ini sangat-sangat terkenal loh. Bukan cuma karena racikanya yang emang mantab tapi juga karena sosoknya cukup ramah kepada siapapun juga. Jangan heran kalau banyak klaskon mobil atau motor yang kerap berbunyi tin.. ton.. tin.. ton.. sekedar menyapa. Pemilik tubuh subur, berkumis, dan kepala plontos ini ini memang sudah jadi bagian kawasan dan orang kampus. Nggak sedikit sahabat dan teman-teman yang sudah selesai kuliah dan pindah ke luar daerah yang masih tanya “Solikin masih jualan nggak ? atau “kangen makan tahu telor solikin neh..” :)

Buat saya yang kuliah dan pada akhirnya sekarang menetap di Jember bisa dibilang tau gimana sepak terjang tahu telor bumbu Solikin haha… Kalau nggak salah Solikin memulai usahanya awal tahun 2000an dan langsung nawarin menu makan malam ala mahasiswa yang enak dan murah “Tahu Telor Bumbu”. Makanan ini mirip-mirip sama tahu bumbu sih tapi ada juga yang bilang kalau tahu telor bumbu Solikin itu makanan asli malang. Bagi saya apapun namanya dan darimanapun asalnya yang penting enaaaak..!! hehe..
Continue Reading →

Comments { 18 }

Bukan Lambaw Tapi New Lambaw

New Lambau. Tempat makan di daerah Patrang itu masih menempati lokasi yang sama seperti dulu. Meski begitu tampilanya memang berbeda jauh dari sebelumnya. Kalau anda salah satu pengunjung setia pasti tau dimana saja letak perbedaan itu. Beberapa bangunan semi permanen yang terbuat dari anyaman bambu dibongkar dan diperbaiki, kesan tertutup pun sudah tidak ada lagi disini. Meski bangunan outdoor dengan konsep lesehan masih dipertahankan (mengingat masyarakat Jember suka sekali lesehan ) tetap hadir dengan penataan yang lebih bagus tentunya.

New Lambaw bagi sebagian orang mungkin kurang populer dan bergengsi. Dibandingkan dengan rumah makan terapung yang lebih dulu ada New Lambaw bisa dibilang “baru” meski sudah cukup lama buka sekitar tahun 2006. Nah kalau anda pendatang baru atau lama di Jember tapi belum pernah sama sekali wisata kuliner ke New Lambaw sayang seribu kali sayang hehe..

New Lambaw ada di Jl. Slamet Riyadi sebelah kiri jalan kalau dari arah kota setelah makam pahlawan, sedangkan kalau dari arah Arjasa ada di sebelah kanan. Bangunanya khas karena menggunakan elemen kayu dan bambu. Tempatnya cukup bersih dan tenang meski ada dipinggir jalan. Oh ya kalau anda suka nyanyi diiringi permainan live music dari seorang pemain keybord silahkan datang malam hari. Mulai lagu pop, barat, sampe banyuwangi-an bisa semua, TOP abis deh pokoknya. Memang sih kalau diperhatiin yang dateng kesini kebanyakan pasti keluarga mulai dari anak, orang tua, sampai kakek nenek. Nggak sedikit juga pengusaha yang milih tempat ini buat jamu klien mereka. Tempat yang nyaman dan makanan yang enak pasti jadi alasan mereka kenapa sering dateng. Beda bangget sama tempat serupa seperti coffe shaf yang kebanyakan didatengin anak gaulnya Jember hehe.. Ssst… kabarnya disini para pejabat Jember sering mampir buat nyanyi sambil ngopi loh :)
Continue Reading →

Comments { 0 }

Soto Dahlok Yang Legendaris

Soto Dahlok

Soto Dahlok

Warung itu masih sama seperti dulu. Kalaupun berbeda hanya terlihat dari cat dinding saja yang berganti warna. Tulisan Soto Dahlok dari kain berwarna gelap yang terpampang menutupi sebagian warung tetap menunjukan kesederhanaan. Pun saat saya melangkahkan kaki masuk kedalam. Letak dapur, kursi dan meja tidak begitu banyak perubahan.

Dahlok.. Siapa yang tidak mengenal jalan di tengah kota Jember..?! Kemashyuran namanya tidak perlu dipertanyakan lagi. Begitu juga dengan warung yang ada dipinggir gang kecil itu. Seingat saya Soto Dahlok sudah sangat-sangat populer sejak jaman dulu. Tahun 80-an saat saya yang masih imut dan amit itu bertandang ke Jember selalu datang ke warung makan ini kalau soto menjadi agenda bersantap keluarga kami.
Continue Reading →

Comments { 15 }