Slide 1

Good Morning Love..Good Morning Life..Good Morning Jember

Matahari masih belum terlalu tampak dari jendela kamar hotel saya. Benak pun masih belum terlalu menyimak keaadaan sekitar, Huft….rupanya saya tertidur sangat pulas. Bangkit dari tempat tidur seraya melambungkan pikiran menerawang jauh kesebuah warung gudeg Lumintu dan ice cream Domino favorit saya, ahhh sudah terbayang betapa nikmatnya aneka rasa ice cream itu.

I put my eyes trough the coffee table then make my own coffee. A bit sour would be nice I think, since I’m going to need the caffeine to boost my energy as I’m going to have my morning swim, right at the backyard of this Hotel. I turn the television on and see what is happening to the world. Well I don’t think I’m going to need this world right now, because the only think that I need now is my “Jember spirit”…good morning …good morning love..Good morning life..good morning all..Have a pleasant morning there JEMBER……

Comments { 0 }

Mengunduh Jember dalam Sanubari

Tahun 2004 adalah tahun pertama kali saya menginjakkan kaki di Kota Jember. Sebuah kota kecil di Jawa Timur. Alasan pekerjaanlah yang membawa saya ke kota asal musisi Anang Hermansyah ini. Sebagai anak ibu kota, yang lahir dan besar di kota besar yang ramai dan sibuk, saya merasakan kejenuhan yang begitu cepat dengan kota ini. Ritme hidup yang santai dan masyarakatnya yang begitu komunal sehingga tidak lagi menyisakan ruang privasi adalah dua hal yang sangat kental terasa sekaligus yang membedakan Jember dengan Jakarta. Kejenuhan itu membawa saya pada upaya-upaya memecah kebekuan kreatifitas, sempat sejenak menjajal siaran sebagai announcer di salah satu radio swasta terbaik, namun tak bertahan lama akibat satu dan lain hal. Sempat pula menjajal menjadi guru les bahasa Inggris membuat saya kenal beberapa gelintir anak muda Jember yang kreatif dan memiliki mimpi-mimpi yang sama, sambil tak jarang berkhayal, andaikan Jember bisa menjadi lebih maju, dan masyarakatnya bisa lebih “membuka diri” .

Tahun demi tahun berganti, tak terasa saya pun sudah delapan tahun meninggalkan kota suwar-suwir ini. Masih dikarenakan alasan pekerjaan, saya berpindah dari satu kota ke kota lain. Fisik saya memang sudah tidak lagi berada di Jember, tetapi hati saya tak pernah jauh, tak pernah benar- benar meninggalkan kota ini, sesungguhnya saya tetap “mengunduh“ Jember dengan sangat baik dalam relung sanubari. Saya masih ingat sekali rutinitas di hari minggu, berolahraga pagi di alun-alun kota bersama beberapa sahabat, kemudian singgah di sebuah pasar untuk menikmati sebungkus nasi jagung. Saya pun masih ingat sekali betapa, rumah makan fast food berlogo orang tua berjanggut putih itu sepertinya hanyalah satu satunya tempat makan “modern” , itupun masih berbentuk mobil van. Sepertinya mereka belum terlalu yakin dengan daya beli masyarakat Jember saat itu.
Continue Reading →

Comments { 5 }

Pemberitahuan Perihal Klaim Lomba Desain Jember Banget 2012

Berhubung ada laporan tentang kesamaan desain pemenang lomba desain kali ini, Jember Banget memberikan waktu sampai 1 minggu kedepan… (sampai tanggal 16 Mei 2012) untuk mengkoreksi, mengklaim ataupun mengadukan kesamaan desain dengan event lain…

 

Mator Tengkiyu

Jember Banget

Comments { 0 }

Note Dari Sahabat…

Out Of d'BOX..

Out Of d'BOX..

Hidup tidak boleh menunggu

Ketika hidup tak memberi pilihan, tekun menjalani apa yang ada di depan mata dan bersyukur adalah tindakan yang bijaksana.

Sepuluh tahun yang lalu mind-set semua orang seolah seragam. Menyelesaikan sekolah, masuk universitas pilihan, untuk kemudian lulus dan bekerja di perusahaan besar dengan gaji yang besar pula. Nampaknya jalan yang seperti ini hanya ada pada sinetron-sinetron murahan. Sinetron yang membual dan membunuh kerja keras, sungguh menimbun malas.

Contoh saja JB, JB hadir sebagai sebuah oase ditengah kemarau kreatifitas generasi muda di Kota Jember, JB hadir menyeruak di balik pesimisme pasar. Namun lihat JB saat ini. Well mungkin masih terlalu prematur untuk menyanjung JB terlalu tinggi tapi bukankah setiap pencapaian layak dihargai dan bukankah kecil atau besar sesungguhnya hanya permainan fikiran yang mudah sekali terbantahkan. Faktanya JB adalah sebuah Karya, Lahir dari sebuah Keberanian menerobos homogenitas perspektif yang cenderung pesimis untuk kemudian bertransformasi menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

Continue Reading →

Comments { 6 }

WAS BORN IN JEMBER

INDONESIA

INDONESIA

Kalimat diatas nggak melulu buat mereka yang memang ASLI Jember. Lahir di Jember. Buat saya yang ada darah Jember meski lahir dan besar di kota lain juga bangga buat bilang I Was Born In Jember. Meski dalam artian lain. Dan Cinta Jember itu makin menjadi saat saya meninggalkan Jember dan Indonesia satu minggu yang lalu.

Sejenak meninggalkan Jember dalam waktu yang cukup lama (menurut saya) selalu bisa me-recharge kecintaan saya terhadap kota ini. Ada jauh bisa membuat saya melihat Jember secara keseluruhan dalam satu paket. Komplit. Rindu.. Kangen.. itu yang dirasa. Suasana, udara, panasnya, makanan, sahabat.. Semua tak tergantikan dengan apapun.

Banyak yang bertanya mengapa saya memilih Jember untuk tempat tinggal saya. Duluuu 10 tahun yang lalu saya sudah mantap untuk pindah dan menghabisakan sisa hidup saya di sini. Entah….  saya pun tidak tau mengapa.

Continue Reading →

Comments { 4 }