Secondary Menu

Tanjung Papuma, Pasir Putih di Selatan Jember

papuma1Kapan terakhir kali anda datang ke Pasir Putih dan Watu Ulo…?? Belum lama ini, baru saja, atau anda malah lupa kapan terakhir kali merasakan indahnya pasir putih dan batu-batu karang besar disana..? Kalau anda tanya saya, maka jawabanya adalah saya baru saja nyambangi wanawisata Tanung Papuma tepat di hari Minggu 4 Oktober 2009, Ya benar 4 hari yang lalu.

Pagi itu saya berangkat ke Watu Ulo setelah lebih dulu ‘main’ ke lun-alun buat sarapan hehe.. Kelar urusan perut saya langsung tancap gas dengan menggunakan sepeda motor baru ( pamer ) hehe… Entah kenapa pagi itu sepanjang jalan saya begitu menikmati perjalanan dan pemandangan yang ada. Hamparan sawah, kebun, pohon-pohon sampai hembusan angin laut terasa berharga buat saya yang selama ini tinggal di rantau. Tumpah Ruah Rojinawi banget deh pokoknya.

Mendekati lokasi Watu Ulo saya sempat dibingungkan dengan petunjuk arah yang terbuat dari lempengan kayu dengan tulisan berwarna dari cat. Tulisan itu berbunyi ” Tanjung Papuma” lengkap dengan gambar anak panah. Saya agak ragu untuk mengikuti petunjuk arah itu, maklum selain gak yakin saya takut ada apa-apa. Apalagi jalannya masih berbatu dan lewat pinggir bukit dan hutan pohon jati yang besar-besar itu. Saya memang lebih memilih yang pasti saja, jalan yang bisa saya dan orang banyak lewati untuk sampai ke lokasi. Dari jauh saya sudah melihat umbul-umbul besar, iklan sebuah rokok yang menjulang tinggi di angkasa, dan saya langsung menjerit ” itu pasti Watu Ulo..!! “.

Ya…akhirnya saya sampai juga, tapi… kenapa ada pemandangan aneh ya..?! Jalan masuk itu ditutupi kain atau plastik putih besar yang lumayang menutupi pandangan saya ‘kedalam’. Tidak ada yang bisa terlihat ada apa ‘didalam’ dan kenapa juga musti ditutup seperti itu. Belum lagi petugas yang berjaga cukup banyak. Ada yang mengarahkan pengunjung dengan pengeras suaranya, yang mengatur jalan kendaraan, dan yang bertugas melayani pembelian karcis. Ya bisa dibilang lebih ketat ketimbang dulu saya datang ke tempat wisata ini. Maklum dulu palingan cuma satu sampai dua orang saja yang bertuga di loket.

papumaSetelah Rp 12.000 dari dompet bertukar dengan 3 lembar karcis, ternyata saya masih belum bisa melewati penjaga. Padahal saya pikir setelah bayar saya bisa langsung menerobos masuk, eealaaah tibaknya… saya dicegat lagi untuk ‘acara’ sobek-menyobek karcis.

Karena tujuan saya pasir puti (sering disebut) atau Tanjung Papuma ya saya gak mampir di watu Ulo. Selain gak gitu menarik tempat ini kotornya luar biasa banget sama pedagang makanan, belum lagi kalau agak siang dikit wah bakalan gosong deh kulit. Tau sendiri kan kalau disini pelindung alami dari matahari alias pohon-pohon besar itu dikit, bisa dibilang gak ada. Ya sudah tancap gas aja langsung. Eiit… ternyata didekat gapura masuk saya dihadang lagi buat bayar karcis masuk loh. Sempet bingung juga awalnya, malah sempet terpikir “oh paling cek karcis lagi” ternyata tidak saudara-saudara..! Saya harus bayar lagi untuk bisa masuk ke Tanjung Papuma. Sempet sebel sih kenapa juga gak sekalian bayarnya kenapa juga pake dipisah-pisah..? Hmm apa jangan-jangan trik pengelola ya..?!

Lepas berurusan dengan karcis saya langsung menyusuri jalan menanjak ke tanjung papuma. Ya…biasa deh sepanjang jalan kerjaanya poto-poto sambil terus bilang keren bangget, indah bangget, hehehe…. Tapi ada yang lain saat saya tiba di pasir putih. Gak tau kenapa saya tiba-tiba ngerasa nelongso dengan apa yang saya lihat. Sampah berserakan dimana-mana, penjual makanan dan minuman yang menutup warung mereka dengan spanduk bekas yang menurut saya ceek enggak’e banget, karna kelihatan kumuh dan menodai pandangan mata. Alhasil saya jadi ngeluh dan nggerutu sendiri. Sayang kalau pantai yang indah dengan pasir putih dan terumbu karangnya yang indah banget itu “gak laku” di sambangi karna kotor dan fasilitas penunjang yang kurang. Selain itu juga pondok-pondok yang bisa dipakai untuk tempat istirahat kotor dengan coretan tangan-tangan jahil. Heran deh.. orang kita koksenengnya pamer-pamer tulisan gitu ya…?!

Lepas dari itu semua saya begitu menikmati suasana pantai di tanjung papuma meski ombak sedang pasang. Dibibir pantai sambil berlari kecil lagi-lagi saya mengabadikan diri, poto-poto lah heheh… Sesekali saya di terjang ombak dan meringis campur-campur (bahasa saya ungkapan rasa yang macem2) karna merasakan air laut yang dingin. Ya .. Tanjung Papuma mampu membuat saya sejenak melupakan rutinitas dan pekerjaan sehari-hari. Gak rugi kulit saya yang sudah gak putih ini tambah gosong haha…

ombakOh ya sambil istirahat saya sempet ngobrol dengan penjual bakso keliling dan penjual minuman keliling. Dari basa-basi biasa karna saya beli dagangan mereka sampai ke urusan yang lebih serius lagi. Oh ya…saya juga ngobrol dengan penjaga toilet loh, Pak Arsi namanya. Dari mereka saya baru tau kalau ternyata Watu Ulo dan Papuma itu beda pengelolanya. Kalau Watu Ulo itu dikelola Pemda sedangkan Tanjung Papuma diurus oleh Perhutani. Pantas saja ada dua kebijakan perihal karcis masuk yang seperti saya ceritakan diawal. Dulu sebenarnya dan yang saya tau juga lokasi wisata ini memang cuma menarik karcis masuk satu kali, dan karcis itu berlaku untuk mereka yang ingin menikmati Watu Ulo dan Tanjung Papuma beserta pasir putihnya itu. Nah masalah datang saat pemasukan yang harusnya dibagi dua untuk Pemda dan Perhutani tidak diberikan secara adil atau sama rata. Jadi sekarang jangan kaget kalau anda harus membayar karcis 2 kali jika ingin ke Watu Ulo dan ke Tanjung Papuma.

Hmm. Saya juga sempat datang kebagian informasi untuk tanya-tanya penginapan yang ada disini. Kaget juga sih saat saya tau ternyata banyak juga cottage yang rusak dan sudah lama tidak berfungsi lagi. Tapi ada juga sih yang masih bisa disewa meski cuma beberapa unit saja. Karna penasaran akhirnya saya juga minta diantar untuk lihat kamar-kamar itu. Hasilnya..? tarif yang dipatok cukup murah Rp150.000 tapi sayang gak dirawat. Terlihat dari lantai keramik lantai teras yang gompel dan copot tapi tidak diganti, cat yang mulai kusam dikit, dan kebersihan kamar mandi yang kuraang bangget. Cottege itu lengkap dengan fasilitas AC, kamar mandi dalam, lemari mungil 2 pintu, meja rias lengkap dengan cermin, TV, dan dua buah tempat tidur. Kalau dibilang cukup ya..cukup tapi kalau anda punya standart yang cukup tinggi untuk fasilitas penginapan yaa… jauuuh bangget deh. Kalau dinilai 1-10 saya sih kasih nilai 6,5. hehehe.. kejam gak sih..?! Tapi kalau anda asik-asik aja alias gak rewel sama hal kayak gini pasti langsung bilang “Gak Ngaruh Kali..!” :)

Yang seneng berpetualang dengan sesuatu yang berhubungan dengan alam bisa juga kok nginep di area terbuka alias camping. Disini anda bisa memanfaatkan area camping. Tapi saya gak tau berapa yang harus anda bayar dan fasilitas apa yang anda dapatkan selain free menggunakan kamar mandi (info dari Pak Arsi).

papumaBerandai-andai selalu ada didalam pikiran saya. seandainya saja dikelola dengan baik oleh swasta misalnya pasti tempat ini akan bisa menaikan harga jual. Bukan tidak mungkin wisatawan lokal dan asing ‘berkenan’ datang dan berlama-lama membuang duit mereka di Jember. Pun saya sempat berharap seandanya saja lebih bersih dengan cottage yang lebih indah seperti di Lombok waaah pasti kereen banggetz..!! Mimpi kali yee…hahaha…. Eh bukan tidak mungkin kan itu semua terwujud, toh saya pernah dengar kabar-kabari kalau ada pihak swasta yang mau berinvestasi di lokasi ini.

Singkat cerita saya memutuskan untuk pulang tanpa sempat mencicipi ikan bakar dan air kelapa muda. Rute yang dipilih adalah jalan tembus yang melewati hutan jati dan sawah. Kalau anda mau welewati jalan ini setelah keluar dari gapura langsung belok kiri. Jalan ini juga harus anda pilih kalau anda cuma ingin datang ke tanjung Papuma saja tanpa singgah di Watu Ulo. Ya bisa dibilang cuma bayar sekali gak mau kecele seperti saya :)

Oh iya… ditempat wisata ini juga tersedia fasilitas lainya seperti musholla, kios cenderamata yang sederhana dan toilet yang berjumlah 3. Kalau tempat parkir untuk mobil atau motor gak usah khawatir deh. Bagi yang mau incip-incip masakan ikan bakar disini bisa pilih sendiri warung-warung yang berjejer rapi lengkap dengan minuman khas pantainya , kelapa muda..!!

Tanjung Papuma bakalan ramai dikunjungi wisatawan biasanya saat hari minggu atau hari libur khusus. Meski begitu hari biasa yang datang kesini juga lumayan banyak loh. Hmm.. kalau anda pendatang yang sudah lama tinggal di Jember tapi belum pernah mampir ke Watu Ulo yang terkenal dengan legendanya itu atau Tanjung Papuma dengan keindahan laut dan pasir putihnya, wah rugi loh. Luangin waktu libur anda dengan berkunjung ke tempat wisata ini deh. Selain murah meriah biar percaya kalau Tanjung Papuma itu Indaaaah Bangget…!! :)

Salam.
Eja

Sumber Foto: Koleksi pribadi

, , , ,

17 Responses to Tanjung Papuma, Pasir Putih di Selatan Jember

  1. putraadhi Oktober 11, 2009 at 11:55 pm #

    Tringat saat sekolah, mbolos trus jln2 ksana… hehe..
    Mg2 sj Pantai Watuulo & Papuma bkmbg mjd tmp wisata dg fasilitas yg lgkp dan memadai. Shg mgundang byk wisatawan baek dr dlm maupun luar ngr.
    2 tmp itu bak surga.. byk org blm tau… nmn bagai surga, org byk kan mcari & mnju ksana. Pasti…

  2. putraadhi Oktober 12, 2009 at 12:06 am #

    Sy pnh tgs d Bali slm 3 thn… dan sblmx bolak balik jd turis ksana…. Saran sy buat jajaran pemerintah daerah.. Mhn dpt mgmbgkan pwisata Jember dg konsep pmbgunan pwisata spt d Bali, dsana smua terarah, terpadu, dan tertata rapi. Mgk ut Watuulo & Papuma bs dkmbgkn mjd resort wisata yg dtopang oleh desa2 wisata terpadu d sklilingx.
    Ayo ke Jember..!!

  3. eja Oktober 12, 2009 at 12:51 pm #

    @putraadhi :

    Betul Mas…tempatnya keren banget..! Sayang kalo gak ditunjang sama fasilitas dan sarana yang bagus juga. Padahal kalo dikelola dengan baik… “menjualnya’ gampang kok.

    Apa mungkin karna “teman-teman” kita gak pernah melihat Jember dari luar ya..? Jadinya ya gitu itu..

    //eja//

  4. david hoo Oktober 13, 2009 at 6:52 am #

    haha… guys… ini aku baru pulang dari vacation on papuma beach. tepatnya tanggal 12 Oktober 09 kemarin. Heheheh… kemarin ada yang pre-wedding foto2 disana.. hm.. kalo kalian bawa SLR dijamin hasil foto baguss deh.. Papuma ini pantai paling diminati para photo-hunter.

    PanoHunting (Photo, video, Painting)
    - Pasir Putih (Situbondo) : 40%
    - Papuma : 60%

    HOLIDAY (Fishing, Outbond)
    - Pasir Putih : 70%
    - Papuma: 30%

  5. eja Oktober 13, 2009 at 8:20 pm #

    @david :
    Wah abis jalan-jalan ke Papuma juga Bos..?!
    Iya teman saya juga banyak loh yang pilih tempat ini buat prewedd.
    Hmm.. emang keren banget buat poto” hehe..

    //eja//

  6. Alvin_Trancepassion Februari 23, 2010 at 7:44 pm #

    Enak Tuh buat surfing, tapi sayang banget, turisnya jarang

    • eja Februari 26, 2010 at 10:07 pm #

      Jangankan turis asing, yang lokal aja kebanyakan males gitu kalo ke Papuma :) Tapi moga bisa lebih baik lagi Coz sayang bangget tempatnya keren abizz..!!

      //eja//

  7. Yuda Mei 24, 2010 at 11:50 pm #

    Saya dan kawan2x bulan depan ada rencana untuk ke watu ulo dan Papuma, masih perlu tambahan informasi tentang penginapan. Dari referensi yang kita dapat (Lonely Planet) untuk menginap di Hotel Vishnu. Setelah saya googling ternyata hasilnya kurang memuaskan. Bahkan dari FB “Lingkungan Amboeloe” dibilang disitu tidak ada hotel.
    Pertanyaan saya, apakah ada tambahan informasi jika kita ke watu ulo dimana kita bisa menginap?dan berapa tarifnya?
    Terima kasih.

    P.S kl bisa jawabannya juga ada yang di email. (flamehearth@gmail.com)

  8. eja Mei 25, 2010 at 11:59 am #

    @yuda : Ada kok, tempatnya di dalam lingkungan Tanjung Papuma (depan pantai). Tapi saya lebih sreg nyebutnya penginapan meski bentuknya seperti cottage hehe.. Saya coba cari datanya ya Mas di arsip JB. Insya Allah masih ada.
    nti tak send via email.

    Met Mampir :)

    //eja//

  9. Eko Purnomo September 20, 2010 at 10:22 am #

    temenku juga ada rencana mau tour ke Pantai Watu Ulo bulan Oktober 2010 ini, meskipun aku juga orang Ambulu tapi karena terlalu lama di jakarta dan jarang mudik jadi nggak bisa bantu

    Sekiranya temen2 busa bantu info sebagai berikut:
    1. No Telphon Tempat makan Ikan Bakar di watu Ulo atau tanjuang Papuma yang mak Nyuss, yang siang hari juga buka. karena Kita mau reserve terlebih dahulu, jadi datang bisa langsung makan

    2. No telphon Penginapan/Hotel disekitaran watu ulo. Dulu seingatku di kanan jalan sebelum masuk Pantai ada hotel di kanan jalan

    thanks

  10. eja September 22, 2010 at 8:22 pm #

    @Eko : Mas Eko… Kalau setau saya di Papuma tempat makan yang ada warungnya sederhana banget, jadi kalau mau makan bisa langsung dateng gitu. Dan rekomen buat sampeyan cari aja warungnya Pak Samsul (warungnya deket pantai/deket toilet) menurut saya dan temen2 yg sering kesana ini yang palik OK :)

    Kalau penginapan sendiri sampe sekarang yang ada dan bisa dibilang layak ya cuman miliknya perum Perhutani itu (di dalem lokasi papuma) maklum belum ada kesempatan pihak swasta buat “masuk”. Meski bangunan lama dan sedikit rewel urusan air tapi cuma ini yang ok Mas. bisa hub : 0336-884972 atau ke Pak Darwi 081358391758.
    Moga bisa membantu.

    Fasilitas minim Mas.. Baiknya disiapin bener kebutuhan selama nginep, meski ada yang jual tapi nggak sekumplit dan ramai di lokasi wisata lainya. Oh ya… saya tunggu cerita dari Papuma :)

    //eja//

  11. lukman chandrah September 27, 2010 at 4:51 pm #

    itulah yang aku heranin,,anugrah yang begitu besar dari Allah SWT,, begitu mempesona setiap yang memandangnya namun tetap hanya sedikit mengetahuinya dan lebih sedkit yg nyaman lama2 bertahan di dalmnya.. padahal Papuma bagus banget,, apalgi kalo lihatnya dari atas.. wow keren.. BAnde Alit juga bagus, malah aku lebih suka ada danaunya juga,,bahkan kalau beruntung bisa bertemu rusa+beberapa binatang liar lainnya.. sayang akomodasi dan jalan transportasi sangat jauh dari standart.. seharusnya pemda jember sadar potensi ini,,kalo masalah dana khn bisa nyari investor..selama masalh perijinan mudah,,aku pikir jember tempat yg potensial dari segi bisnis+pariwisatanya..

  12. eja September 27, 2010 at 8:10 pm #

    @lukman: Mungkin karena mereka nggak pernah “keluar” dari Jember Mas.. Nggak pernah liat semua potensi itu dari jauh. Biasa… kita nyadarnya pasti selalu belakangan :) Kabarnya seh sempet ada investor yang masuk, tapi nggak tau kenapa nggak ada kelanjutanya.
    Iyaaaa… sahabat saya di luar kota klo liat poto-poto di papuma pasti bilang bagus bangget..!! Tapi kalo dateng dan liat langsung gimana lokasi sebenernya pasti kecewa kali yaa heheh..

    //eja//

  13. sulistioko April 25, 2012 at 6:16 am #

    Update Informasi: saya ke Papuma kira-kira 1 bulan lalu. ada perubahan :
    1. Pintu masuk ke Papuma sudah ada sendiri jadi sebelum masuk ke Watu Ulo anda akan melihat papan nama atau Gapura Panta PAPUMA belok kanan. Ikuti aja jalan itu dan itu akan melewati pinggir hutan jati dan akan langsung tembus ke Gapura pembayaran karcis untuk masuk lokasi Papuma. keuntungannya adalah kita tidak perlu lagi membayar 2 kali yaitu bayar di Watu Ulo karena pintunya sudah ada sendiri.
    2. sudah ada semacam cootage yang cukup bagus dan memadai kok.
    3. sekarang sudah ada arena buat semacam permainan anak seperti naik ATV, ayunan dll tempatnya di sebelah cootage tersebut.
    4. rekomendasi tempat berenang. meskipun di sana tidak boleh berenang tapi tetap sajaa kalo udah liat laut bawaannya pasti pengen berenang atau main air. nah tempat yang cukup aman adalah di pojok sebelah barat. jadi setelah masuk ke arena parkir arahkan kendaraan anda ke kanan menyusuri sepanjang pantai lalu di pojok kanan itulah spot yang cukup aman untuk berenang di dekat karang besar karena di situ ombaknya lumayan tidak terlalu besar karena ada karang besar yang menghalangi ombaknya.
    5. Pemandangan dari menara. kalau ingihn menikmati pemandangan dari atas menara pengawas anda bisa nai dari pojok pantai sebelah barat ada tangga yang bisa di naiki dan akan menuju bukit yang ada di pojok pantai itu dan diatasnya da semaca rumah-rumahn kecil yang mempunyai view bagus sekali karena langsung ke laut lepas dengaan ketinggian sekitar 50 meter.

  14. MARHAPIK Desember 22, 2012 at 5:34 pm #

    cihuuuyyy PAPUMA..
    tempat pacaran dan bermesum ria paling nyaman se jember,,
    maaf aku nulis fakta aja lah..lagian kritik kan bersifat membangun.
    tuh lihat di pantai malikan jadi ikon tempat pacaran dan berbuat gak senonoh, mana nih polhutnya,, asal tau aja, kadang banyak pemuda pemudi naik ke papuma jam 12malam walau di pintu masuk udah ditutup…ya bisa ditebaklah mau ngapain para pasangan pemuda bau kencur itu…aku ngerti polane nate kemping nang daerah kono.
    eh iya,,di gua jepang kok ada tikarnya ya,,,hihihi disediakan atau…?

  15. AryAthi Ajja Maret 6, 2014 at 11:27 am #

    papumaaaaaa………… suka banget. tempat melepas stres.
    moga2 pulkam bs ksana lg….

    • Yulia Eja Maret 7, 2014 at 12:26 pm #

      Tempat dolenan air mbyak agagag….

      //eja//

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: