Secondary Menu

Legian Yang Tak Legit

Legian Resto JemberKemarin saya memilih Legian, resto yang menyajikan menu andalan ikan bakar di JL. Gajah Mada untuk tempat berbuka puasa. Ini adalah pengalaman pertama saya meski tempat makan ini sudah beroperasi cukup lama di Jember. Siapapun pasti tertarik mampir dan mencoba, maklum tulisan legian dan gambar ikan dengan warna menarik yang terpampang di depan resto cukup menggelitik.

Mobil-mobil mewah yang berbaris rapi juga sepeda motor yang memenuhi sebagian area parkir yang cukup ‘mini’ seolah jaminan kalau hasrat makan kita akan terpenuhi. Tapi bagaimana dengan saya..?

Masuk pertama kali ke dalam resto pemandangan yang saya dapat cukup menyenangkan. Banyak table yang full dengan tamu, kebanyakkan sih rombongan dan keluarga besar yang berbuka puasa bersama. Saya kebetulan duduk di sebuah meja dengan 4 kursi. Seketika itu juga pandangan saya langsung menjelajah tiap sudut resto ini. Cukuplah… itu penilaian saya untuk interior dan isi resto Legian. Resto ini lumayan besar untuk ukuran Jember, cat dindingnya berwarna cream, kaca tebal dipilih menjadi tembok luar resto, beberapa baris lampu menjuntai panjang disisi kaca, atapnya dilengkapai sinar redup yang terpancar dari sorot lampu downlight, kursi makanya terbuat dari kayu dan mejanya dilapisi kaca tebal (sepertinya dipesan khusus deh). Para petinggi Jember rupanya pernah menyambangi tempat makan ini. Saya tau itu dari tulisan yang terpajang disalah satu dinding lengkap dengan foto mereka. Tiba-tiba saja saya merasa kurang nyaman dengan kursi yang saya duduki dan meja makannya, entah kenapa..

Iga sapi bakar spesial, gurame bakar, tauge cah ikan asin, jus alpukat, dan air mineral adalah menu yang saya pilih. Ternyata tidak lama kok menunggu pesanan saya datang dan tersaji di atas meja. Dipikiran saya waktu itu wah pasti mantab nih makanannya.. tapi setelah ikan dan iga bakar mendarat di lidah ternyata kok biasa saja ya..?! pun saat saya mencoba cah tauge. Jujur sempat kecewa karna yang saya rasa tidak sama dengan harapan, malah jauh banget dari apa yang ada dipikiran. Contoh kecil biasanya kalau saya pesan ikan bakar dan saya cuil kan masih terasa panasnya ini kok tidak, iga bakarnya juga gitu meski lumayan empuk tapi rasanya gak manis, gak asin, malah seperti rasa sop iga sapi yang dibakar, atau lidah saya yang kurang sensitif kali hehehe.. Memang sih saya baru mencoba sebagian kecil dari aneka menu pilihan yang ditawarkan Legian, mungkin saja kemarin belum cocok dengan saya dan bukan tidak mungkin banyak makanan lain yang enak dan sesuai dengan selera saya kan..?

Lain di makanan lain di minuman loh, jus alpokat yang saya pesen cukupan lah rasanya tidak terlalu manis dan eneg. Kalau untuk pilihan banyak deh gak usah khawatir. Es kelapa, aneka jus, dan menu es lainnya banyak deh tinggal pilih mau yang mana :)

Sedikit info saja ya.. selain menu bakar-bakaran, disini juga anda bisa pilih menu lain seperti mie dan nasi goreng, ayam dan ikan dengan jenis olahan yang beraneka macam, cah sayur, dll. Saya tidak terlalu jeli menghapal menu kemarin jadi belum bisa memastikan apakah udang, cumi, dan daging juga ada di daftar menu Legian. Ada yang bisa bantu kasih infonya..?
Oh Iya.. untuk harga menurut saya standart ya.. gak mahal dan gak murah juga.

Tapi ada yang disayangkan juga loh, resto sebesar ini dengan pengunjung yang lumayan ramai setiap hari tidak begitu memperhatikan tempat cuci tangan. Washtafel yang ada cuma dua, satu dengan kondisi kran air yang tidak begitu lancar alias ketjil sekali mengalirnya, yang satu lagi tidak keluar sama sekali airnya. Karena itu juga saya harus mengantri cukup lama dengan pengunjung lain untuk membersihkan tangan.
Hmm… legian yang tak legit.

Ada yang mau ditambahkan atau dikurang..??

Update April 2013 : Legian sudah lebih baik, rasa dan fasilitas. Bahkan restonya di perbesar :)

Salam
Eja

sumber foto : Koleksi Pribadi.

, , ,

8 Responses to Legian Yang Tak Legit

  1. risqi dio Februari 1, 2010 at 3:26 pm #

    saya peternak bebek dari jember, kalau butuh bebek potong, hubungi risqi 0331 4196822

    • eja Februari 4, 2010 at 11:10 am #

      suwun infonya Mas.. Hayooo yang butuh bebek potong bisa langsung ke Mas Risqi yaaa..

      Hmm.. saya suka juga loh sama olahan bebek.. Minimum bisa beli berapa Mas..?

      //eja//

  2. joni Desember 2, 2010 at 1:04 pm #

    kok kayaknya lidah saya berasa nya sama dg eja….
    gak terlalu istimewa,, masakannya,, mungkin lebih pas yang di pinggir Bank Mandiri, meski warung tenda tapi mak nyuss

  3. eja Desember 3, 2010 at 6:25 am #

    @JOni: hehe… Kalau yang disebelah Bank Mandiri saya lebih suka ke CAK SIS kalau mau makan aneka olahan SEA FOOD Mas. Kepiting asam manis nya yahuud deh..!! trus olahan ikannya juga enak, mau di bakar atau dibumbu semua MANTAB..!! Ikanya seger2 soalnya.

    //eja//

  4. joni Desember 8, 2010 at 8:49 am #

    kalau di warung tenda udah ngrasain semua,,, mungkin sy bisa saranin untuk ikan bakar Nusa Barong,, sebelah barat Legian,, cuma bukanya sore sampai malam aja,,, mantap pula kalee….(agak kebanyakan bumbu sih,,,!) harga +- 7000/ons ikan

  5. eja Desember 15, 2010 at 11:16 am #

    @joni: Dulu udah pernah makan di Nusa Barong Mas.. Cuma Karna mungkin saya lagi lapar bangget jadi sedikit BT dengan pelayanan yang agak lama. Secara pesen ikan bakar trus pembeli pertama pula… hehehe…

    //eja//

  6. joni Desember 16, 2010 at 10:47 am #

    iyo nek kesuwen pesen e
    cacing sing neng weteng,, dadi nogo (keluwen)
    nek nambah sithik suwene malah mati kabeh,,,, termasuk selera makane wis bubrah,,, he he he

Trackbacks/Pingbacks

  1. Sofa Merah Coffee Shaf | Jember Banget - Oktober 27, 2009

    [...] Legian Yang Tak Legit [...]

Tinggalkan Balasan

%d bloggers like this: