Sisi Lain Jember Fashion Carnaval 2009

JFCYang ditunggu baru saja selesai digelar. Jember Fashion Carnaval.. event yang membuat nama Jember terkenal di Indonesia juga Mancanegara sukses berlangsung kemaren, minggu 2 agustus 2009 dengan mengusung tema world unity.

Tidak dipungkiri publikasi secara besar-besaran yang dilakukan mampu membuat nama Jember khususnya, menarik siapa saja untuk tau lebih dekat bagaimana Kabupaten penghasil tembakau ini sebenarnya. Saya masih ingat saat ke Jakarta dan Surabaya beberapa waktu yang lalu. Saat keluar dari bandara internasional baik Soekarno Hatta atapun Juanda saya melihat dengan jelas iklan Jember Fashion Carnaval terpampang cukup besar di salah satu sisi jalan. Ada rasa bangga dan terharu yang menyelinap dihati saya saat itu. Lagi..meski saya bukan putra daerah, Jember sudah menjadi bagian dari hidup saya. Pun seperti tahun-tahun sebelumnya semua media baik cetak dan elektronik begitu antusias meliput dan memberitakan event tahunan ini. Para blogger mengeluarkan tulisannya, bahkan komunitas fotografi selalu datang dan menjadikan Jember Fashion Carnaval sebagai agenda tahunan mereka. Metro tv pun dengan setia memutar spot iklan Jember Fashion Carnaval.

Jember Fashion Carnaval atau JFC mempunyai efek yang sangat luar biasa. Tidak hanya untuk Jember tapi juga membawa inspirasi bagi daerah lain. Lihat saja di beberapa kota di Indonesia yang terinspirasi menggelar acara serupa seperti Bulan Berkunjung Jember. Di Probolinggo berlangsung acara SEMPIRO singkatan dari seminggu di kota Probolinggo yang juga berlangsung acara carnaval seperti JFC. Di Solo saat ini merupakan tahun kedua diadakannya SOLO Batik Carnival. Bali dengan acara Bali Fashion Carnival dan acara serupa dibeberapa daerah lain.

Disisi lain event Jember Fashion Carnaval ini didengungkan bisa menyedot turis lokal dan internasional untuk datang ke Jember. Dengan begitu diharapkan ada peningkatan pendapatan daerah yang signifikan. Juga mendatangkan rejeki bagi masyarakat Jember pada umumnya. Tahun ini JFC memasuki tahun kedelapan selain rasa bangga pertanyaan pun melintas dalam pikiran saya, apakah benar ketertarikan wisatawan yang datang makin bertambah dibanding tahun-tahun sebelumnya ? Benarkah JFC membawa dampak yang luar biasa dan meningkat baik untuk pemerintah maupun masyarakat Jember ? tidak hanya saat acara ini berlangsung tapi juga untuk jangka panjang dan Jember kedepan ? Semoga..! karena bukan hanya sampah dan sedikit kesemrawutan yang didapat setelah event ini selesai di gelar. Bukan cuma macet yang dikeluhkan sebagian masyarakat Jember. Bukan itu !!

Bagaimanapun Jember Fashion Carnaval berlangsung dengan sukses meski kabarnya tahun ini kurang begitu greget. Jumlah devile yang menyusut dan penampilan peserta yang kurang heboh salah satunya membuat warga Jember sedikit kecewa. Tapi dibalik itu semua Jember kembali menunjukkan potensi diri yang dimiliki. Jember kembali menjadi pusat perhatian Indonesia. Karena memang Jember Fashion Carnaval mampu membawa “mata” dunia tertuju di Kabupaten Timur Jawa ini.

Bravo Jember Fashion Carnaval…! Semoga bisa mempertahankan apa yang sudah diraih selama ini. Semoga mampu membawa Jember ke arah yang lebih baik lagi. Toh ..tidak mudah membangun sebuah kota hanya dengan keinginan tanpa kerja keras dan air mata bukan..?!

Salam.
Eja

Sumber foto : thejakartapost.com

About eja

Yulia Eja, setelah lulus dari Interstudi Broadcasting School di Jakarta penulis menjadi penyiar di Radio Prosalina Jember dari tahun 2002 sampai dengan 2006. Selama mengudara, penulis lebih dikenal dengan nama siar EJA. Sejak tahun 2009 menjadi penulis lepas di Blog Kolaborasi JemberBanget.COM.

,

45 Responses to Sisi Lain Jember Fashion Carnaval 2009

  1. aziez August 3, 2009 at 1:13 pm #

    mbak berapa sich dana yang di keluarkan untuk penyelenggaraan BBJ ini. dan apa sich manfaatnya u/ masyarakat kecil seperti petani yang segala macam hasil pertanian murah. apakah itu 7n di selenggarakannya BBJ ini?

  2. anaksemeru August 3, 2009 at 1:46 pm #

    assalamualekum neng…mbak Eja yak…wah kangen ma suarane mean mbak pas sering2 siaran di prosalina. aq dl slalu muter prosalina…kangen bagt ma suarane mean…aq dl d JBR slm 3 taon…skrg di SBY…sukses ya mbak Eja….suarane centil!

  3. NandaBali August 3, 2009 at 2:35 pm #

    Eja, boleh ya aku komentari Aziez. Aziez… program BBJ itu untuk semua golongan termasuk yang kamu sebutkan tadi para petani…

    Bagaimana caranya agar petani juga dapat menikmati… hanya mereka yang bisa membaca keadaan yang ada. hanya mereka yang jeli terhadap kesempatan… kalau para petani itu jeli atau para pedagang asongan atau PK5 juga jeli.. maka mereka akan berinovative mencari peluang untuk mendapatkan uang selama acara BBJ berlangsung

    Siapa yang tidak di untungkan.. yaitu orang2 yang tidak bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan… alias tidak mau turut serta….

    Coba kalo semua orang mempunyai jiwa pengusaha (wiraswasta red)… mesti untung sedikit pasti akan terasa dampak dari BBJ itu….

    Saranku adalah…untuk BBJ tahun depan… coba siapkan program untuk menyambut tamu2 lokal atau manca negara dengan membuat souvenir…. atau kuliner atau jadi guide kalo bisa… bahkan menjadi seorang tuan rumah yang baik… padti jember akan kedatang investor baik di bidang industry pariwisata maupun industry rumahan….

    Gitu ya Aziez… BRAVO Aziez.. BRAVO Jember

  4. mift August 3, 2009 at 7:05 pm #

    Event semacam JFC ini adalah salah satu media bagi jember untuk menarik semua pihak agar memberikan energinya buat membangun kota tercinta kita . artinya kita bisa membuat link , berkomunikasi , ber-iklan dengan pihak luar. Anggap saja ini ajang pameran buat jember , dimana pada event tersebut bisa terjadi transaksi dan interaksi yg win-win.

    Bener kata Nanda, semua pihak dan kalangan bisa memanfaatkan JFC ini.
    Kalau kita bisa mempersiapkan dan mengoptimalkan dengan rangkain acara lain semisal berbagai festival, pameran produk , lomba kesenian dan ditutup dengan penganugrahan peserta terbaik , siswa teladan, PNS teladan, warga berprestasi, petani teladan , teladan yg lain kemudian ditutup dengan pagelaran musik.
    (aku jadi ingat tahun 90-an dulu ada acara di salah satu radio-wawancara /live show siswa berprestasi danem tertinggi dan PMDK, dimana bisa meng-inspirasi adik-adik kelas)

    Jadi , mari berprestasi dan berikan effort terbaikmu buat jember.

    salam
    Mift

  5. eja August 3, 2009 at 11:24 pm #

    @aziez :

    Sorry Ziez.. saya gak tau pasti berapa dana yang dikucurkan buat event BBJ… Hmm..aku temenan sama bupati dulu deh nanti baru aku tanyain hehehe..ja

    @areksemeru :

    Hallo..!
    Iyah..Eja nich :) Makasih dah setia dengerin siaran eja dulu. Saya juga kangen pengen siaran lagi hehehe… Amien..berarti suaranya masih normal-kan ?!

    Kapan2 bisa nih belajar fotografi..?! Sukses ya.

    //eja//

    @nanda :

    Thanks dah bantuin kasih info buat aziez ya.. Apa yang kamu bilang emang bener siapa saja sebenernya bisa lebih jeli melihat kesempatan yang ada. Moga aja pemerintah Jember terus bisa memperbaiki kualitas BBJ untuk tahun2 mendatang.

    Saya pribadi juga ngerasa banyak yang sebenarnya bisa dijadikan peluang. Ide2 Nanda pernah terlintas dalam pikiran saya juga loh. Jujur.. orang2 yang perduli dengan kemajuan Jember itu harus bersatu untuk bisa membuat “sesuatu”. Harapan saya semoga dengan adanya jemberbanget.com bisa menjadi tempat untuk saya, kamu. kita memulai satu langkah kecil kedepan..

    Gimana…??

    @mift :

    Hai..met mampir di jemberbanget.com..!

    Kita bisa melihat ada ‘sesuatu’ kalau kita ‘diluar’ seperti yang saya alami saat ini. Jujur.. dulu saat saya benar2 stay di Jember saya tidak pernah menganggap BBJ atau bahkan JFC acara yang spesial. Sampai pada akhirnya saya tersadar betapa sahabat, saudara, dan orang lain yang saya kenal di luar kota begitu antusias menanyakan bagaimana Jember Fashion Carnaval berlangsung.

    Efek itu pasti ada, baik positif dan negatif. Semoga saja harapan dan doa kita terwujud… Amien.

    //eja//

  6. Mift August 4, 2009 at 7:32 am #

    Dulu waktu masih stay di Papua…lihat tayangan JVC di Tv ..rasanya bangga banget . ternyata Jember bisa membuat event besar bertaraf nasional (sekarang sudah International ). Saking senangnya…pas ada beritane di kompas aku langsung kliping .

    Bener apa yg dibilang Mbak Eja…kalau kita pas merantau diluar kita jadi lebih appreciate dan bangga pada daerah sendiri !!!

    Saya pikir …kebanggaan pada daerah sendiri ..itu perlu di munculkan pada semua warga,kerena akan menjadi energi positif buat membangun jember. Mungkin salah satu jobs desk-nya Bupati dan DPRD adalah me-mantain ini lewat program actual. Setuju ..ya! BBJ adalah salah satu realisasinya. perlu ide creatif lain ..yg aku pikir masih banyak.

    Aku bayangkan orang india yg sukses berkarir dan bisnis di luar negaranya ,pastinya punya ikatan bathin dan rasa kebangsaan yg kuat…makanya dia balik lagi ke india dengan membawa semua potensi dan materi , bahkan bisa lebih berkembang. Mittal (?) menjadi pemilik industri baja terbesar di dunia. microsoft punya pusat riset , industri dan pebisnis besar menjadikan india sebagai salah satu jankar bisnisnya.

    Jadi rasa kebanggaan dan kebangsaan ini ,sangat besar mutual effectnya.

    Silahkan sebanyak mungkin warga jember berkarya dan bekerja di luar daerah bahkan luar negeri, tapi jangan lupa tetaplah bangga dengan jember, sehingga baliknya lagi ke jember (punya rumah, bisnis atau usaha lain ).

    Cara yg paling afdhol untuk mencetak ini….ya dengan pendidikan yg aplicable kan.

    itu dulu deh…semoga ada tanggapan dan bermanfaat.

    salam
    Mift

  7. Ronny August 4, 2009 at 8:37 am #

    Hmm.. BBJ.. Bulan Berkunjung ke Jember.. Apa efeknya yah::
    (+) BBJ merupakan suatu even besar dan dalam even besar selalu menyedot massa yang besar. Dalam massa yang besar pasti terjadi permintaan. Permintaan ini harus diimbangi oleh penawaran yang cukup. Penawaran inilah yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat jember untuk mencari sesuap nasi. Apa bisa?? Jelas bisa asalkan MAU. Banyak orang karena BBJ dagangan baksonya laris.. Pedagang kaos BBJ juga ikut kecipratan rejeki, tukang becak yang nganter wisatawan juga, warung-warung makan juga rame dan ini secara tidak langsung akan menaikkan PDB Jember dan Jember akan semakin berkembang. Alun-alun rame setiap hari karena ada even tarung bebas, pedagang disana pun naik omset, pedagang senang pengunjung terhibur.. Lengkap sudah.
    (+) BBJ adalah brand kota jember.. Dengan adanya brand, Jember bisa bicara di pentas nasional bahkan internasional. Itulah yang kita butuhkan. Jujur saja jember kekurangan bahan untuk dijadikan brand.. Beda sama kota besar yang lain. Surabaya punya banyak plaza, jembatan suramadu, dan lainnya. Malang punya MATOS, BNS, JATIM PARK, MOG. Nah Jember punya BBJ dengan JFC nya yang bisa di banggakan dan itu pasti akan menarik investor untuk datang ke Jember. Kalo saya lagi nongkrong pas kuliah di jakarta dulu, orang jakarta sering bilang kalo Jember itu kota antah barantah, tapi pas giliran aku bilang JFC, mereka terkaget-kaget, sambil bilang “Oh, iya.. ya.. Jember itu tempatnya JFC yah.. Keren.. Keren”.
    (+) Dengan adanya BBJ, wisatawan akan tau akan potensi keindahan Jember. Watu ulo salah satunya dan mereka akan bercerita pada sanak saudaranya.. Yang pasti pada akhirnya akan banyak orang yang akan datang kemari. Wisata Jember ramai, Investor datang, Perbaikan sarana dan prasarana, Pendapatan daerah yang meningkat.. Masyarakat kebagian kan?!! :)

    (-) Negatifnya apa ya: Saya kira tidak ada yang negatif dari BBJ, cuma penyelenggaraanya kita harapkan akan semakin profesional lagi. Space buat pengunjung diatur sedemikian rupa agar tidak ada lagi anak kecil yang kakinya terlindas oleh sepeda motor aparat yang sedang menertibkan penonton. Jangan sampai itu terjadi lagi.

    CMIIW.

  8. Rudi B. Prakoso August 4, 2009 at 9:18 am #

    Terlepas dari BBJ, Jember Fashion Carnaval 8 tahun 2009 semakin bagus. Semua peserta all out menghepnotis penonton. Salut untuk JFC.

  9. eja August 4, 2009 at 9:21 am #

    @mift :

    SETUJU..!!!

    Banyak loh ternyata mereka2 yang sukses dan terkenal dibidang-nya masing2 yang asli Jember. Saya sempet ‘nemuin’ mereka dari hasil jalan2 saya yang tidak segaja dibeberapa blog/web. Saya bangga banget, bahkan saya sudah mencoba menghubungi beberapa dari mereka untuk bisa memberikan ijin pada saya untuk menulis profil mereka di jember sukses. Dan saya masih setia menunggu ijin mereka :)

    Thanks berat Mift… percaya, apa yang kamu dan temen2 lainnya sampaikan lewat tulisan diatas pasti bisa bikin kita semua semangat dan lebih mencintai Jember.

    Bravo Jember..!!

    @ronny :

    Plok..plok..plok.. (tepuk tangan mode-on) jelas sejelas-jelasnya..!

    Thanks Ron.. Yang positif dan bermanfaat tidak selalu didapat ataupun dilihat dengan cara dan hasil yang besar saja kan ? Kalau mau jujur dan sedikit saja lebih sensitif banyak sekali kok manfaat dan keberhasilan yang diperoleh lewat acara BBj atau JFC, meski tidak bisa juga dipungkiri pasti ada ‘akibat lain’ dari acara tersebut.

    Kenapa harus meributkan dan menghabiskan energi hanya untuk membicarakan kelemahan dan kekurangan kalau sebenarnya kita semua bisa mendapatkan yang terbaik dan menjadikan BBJ atau JFC lebih baik lagi kedepan.

    Toh semua demi aku, kamu, kita, dan Jember pastinya..!!

    //eja//

  10. fadhil August 4, 2009 at 9:40 am #

    Yah itu sifat orang indonesia. Menghabiskan energi hanya untuk saling “mengkritik”. Padahal bisakan energi itu digunakan untuk hal-hal kecil yang lebih nyata. Contohnya blog Jember Banget ini yang menurut saya satu langkah kecil untuk kepentingan Jember yang lebih besar. Apalagi event sekelas BBJ dan JVC…. menurut saya sangat luar biasa.

    Salam dari seberang.

  11. eja August 4, 2009 at 9:46 am #

    @rudi :

    Amien.. Semoga terus bisa menghipnotis Penonton di tahun-tahun selanjutnya..!!

    Makasih dah mampir Om :)

    //eja/

  12. Ronny August 4, 2009 at 9:51 am #

    ralat bwat om fadhil.. sama Mift.. Kayaknya JFC deh bro bukan JVC.. Jember Fashion Carnaval kan??? JVC=merk tipi ya??? :)

  13. fadhil August 4, 2009 at 9:55 am #

    Hadoh sampek salah ngetik aku. Polane onok blog seng crito-crito jember iku loh. Garai kangen jember. Akhire salah wes ngetike.. Suwun mas ronny..

    Salam kenal buwat mas Ronny.

  14. Ronny August 4, 2009 at 9:57 am #

    sama2 mas fadhil.. semoga website ini bisa menjalinkan tali silaturahmi baru diantara kita.. Regards..

  15. mift August 4, 2009 at 10:41 am #

    Suwun Bro Ronny,
    Kamsute memang JFC .

    Maklum sudah jadi jember banget…kayak Mbak Eja.

    keturunan madura yg hidup dijember katanya sering sekali susah membedakan hijau dan biru ..biru dikatain hijau and sebaliknya…
    nah sekarang kewalahan bedain F dan V ….he..he Dasar arek Jember Utara…..eh..jember lor dingk..(just Kidding)

    segitu dulu…mau lanjutin ngebuat repot dulu.

  16. Ronny August 4, 2009 at 10:49 am #

    same2 bang mift..
    ;)

  17. NandaBali August 4, 2009 at 3:21 pm #

    Sedulurku kabeh sing neng Jember utowo sing neng perantauan… kita harus matur nuwun karo mbak Eja ya toh….

    Kalau gak ada Jemberbanget….. kita gak bisa urun rembug di sini….

    Maturnuwun mbak Eja… ayo kita sama2 memajukan jember.. jangan saling mencela…. karena mencela itu perbuatan sye……tannnnnnn

  18. Mift August 4, 2009 at 5:53 pm #

    Bro nanda, thanks atas comment-nya.

    setuju sekali . Mbak Eja …ternyata lebih jember banget .

    Ada pengalaman waktu pertama kali dikirim ke luar jawa dulu…saat acara perkenalan , aku dengan bangganya mendeklarasikan : asal dari JEMBER .kemudian pas acara santai, ada teman yg berusaha akrab. Mift …rumahnya jember mana? Jember utara ya ..???? aku sempat mikir dulu ….aku jawab : kata Utara tidak dipakai ditempatku ..tapi pakai LOR.Rupanya pertanyaan dia punya maksud lain .

    mift

  19. NandaBali August 5, 2009 at 7:49 am #

    Aku juga punya kisah sama Mift, di tanyain Jember mana? Jember Utara ya? aku bilang kalo di Jember itu pake kata2 Lor sama Kidul…..

    Aku selalu bangga kok jadi orang JEMBER…. walaupun kadang mereka mengernyitkan kening…. seakan akan emang gak tahu…. aku selalu bilang Jember….Jawa Timur deket dari Surabaya….

    Makanya kalo di tanya.. asala dari mana? harus kita jawab JEMBER….

    aku punya teman sama2 di perantauan… dia saya tanya dari mana? jawabnya Surabaya… pas aku bilang kalo aku wong JEMBER ehhh… dia baru ngomong kalo dia asalnya dari Grenden Puger sana…. ya aku marahin dikit…. he he he

  20. fadhil August 5, 2009 at 8:44 am #

    Aku juga punya pengalaman yang sama. Tapi bukannya aku ngga’ mau dibilang orang Jember. Kalo aku ditanya asalnya, aku bilang orang Surabaya, kalo aku bilang orang Jember… Duh habislah aku. Secara aku hidup di Kalteng, satu wilayah ama Sampit. Apa jadinya kalo aku ngaku orang Jember…. Nasib-nasib.. Bisa pulang nama…

  21. Mift August 5, 2009 at 10:15 am #

    # Cak Fadhil & Nanda

    itu yg betul…..senang berkenalan dengan sampeyan berdua yg sudah jemberbanget kayak Mbak Eja.

    Sebenarnya Kita tidak alasan utk malu bilang ke teman baru , kalau asline JEMBER, karena memang …bisa dibanggakan.
    Kecuali jika ada alasan safety …seperti Cak Fadhil.

    Kayaknya sudah jadi kamus umum bagi orang luar daerah kalau wong jember itu madura atau pendalungan , meski tidak semuanya,seperti daerah selatan .

    Warga jember keturunan madura memang banyak mendiami daerah utara (selatan ada juga sih ) , karena secara historicalnya dulu banyak bekerja di area perkebunan milik kumpeni.

    Tapi itulah Jember …dari interaksi itu akhirnya muncul logat JAWA-JEMBER-AN (sudah ada artikelnya belum ..ya Mbak Eja?).

    Dan itulah yg membuat kita kangen untuk mendengarnya :

    -Ting-mepenting
    - dim mekodim
    - carpak ler keleran
    - metao’
    - adhek
    - la pola
    - co ngoco
    - Toorot lah
    - Marah
    - Siieh

    Ciri khas inilah yg perlu dipertahankan .

    Makanya diradio FM swasta diprogran acaranya kudu ada acara yg bisa expose logat Jemberan ini , demikian juga yg di Jember-TV. (gimana Mbak Eja..? ..ACC-kan ).

    thanks
    Mift

  22. Ronny August 5, 2009 at 11:39 am #

    Ulasan menarik bung mift,…

    aku urun satu kata yang JB.. (tak rangkai dalam dialog biar lebih masuk).

    MARHAPIK :”Mar, JFC iku nontoke nangndi seh??”
    MARLENA :”ABBEH, ga mbois iki.. Mosok ngono wae gar ro..”
    MARHAPIK :”Lah awakmu ngerti tah???”
    MARLENA :”Nontoke yo nang dalan je!!!!????”

    Intinya adalah kata2 ABBEH jangan sampe dilupakan..
    Dulu aku kos sama anak sidoarjo, lah mereka sampe menirukan logatku yang ber ABBEH-ABBEH sampe2 aku dipanggil ABBEH..

    Wkwkkkwkwk

  23. eja August 5, 2009 at 12:49 pm #

    @All :

    Rek..rek…!! ancen’ne Jember yo Jember a’e kekekeke….!!

    Dah pernah di posting tuh disini:
    Cuma ada di Jember

    Seru juga kale yach klo punya kamus kecil bahasa gaul-nya Jember ?!

    //eja//

  24. nandabali August 5, 2009 at 2:55 pm #

    ada lagi bahasa dari Jember teman2…. begini…

    buk sebuk nemor…… maaf yang ini kasar… Eja pasti belum tahu…..

    gaya bul bul…….

    Terus kalo dittanya sama orang…… eh mau pigi mana?
    Jawabnya…. gak ono….. maksudnya gak ada tujuan…

    eh… nonton film opoo? jawabe film zoro… seri ne sopo?….. pemeran utama kalau di jember itu SERI

    tolong cari yg lainya… Jeng Eja… tolong du kumpulin ya… once I go to Jember I will call all of you guys

  25. eja August 5, 2009 at 9:52 pm #

    @nanda :

    hahaha…Cek iyo’ne yo..?! Nggarani kangen muleh maneh lek ngene :)

    Iyah tuh…aku juga ketularan jawab ‘gak ono’ klo di tanyain mo kemana.

    Ada juga yang manjang-manjangin kata kayak gini…. “aku sama papane aku kemaren beli sepedanya aku ke….” hihihi….

    SIP…..coba aku list ya..

    //eja//

  26. cakbud August 6, 2009 at 12:17 pm #

    ebbegh.. dadi podo kumpul nang kene tah..
    maap rek .. poolanya saya baru tau..
    katanya saya mbak eja sik ning Jember, ternyata wis ning suroboyo..

    sepakat.. nek arep gawe kamu jawa-jemberan..

  27. eja August 6, 2009 at 9:51 pm #

    @cakbud :

    Met mampir di jemberbanget.com Om..!

    Iyo ngumpul neng kene kabeh sing dadi perantau… maklum kangen pool mbek Jember. Aku merantau sek kie melo ojob..lek wes akeh duit’e insya allah muleh neng Jember :)

    Suwun ya Om.

    //eja//

  28. yesi mariska August 7, 2009 at 10:04 am #

    mbeegghh…nek kangen karo jember yo mulih ae….wes…lapo pikir….ayo pul kumpul wes….rek

  29. rudy August 17, 2009 at 9:41 am #

    mbeh..
    sampek saiki aku durung tau ndelok JFC rek..
    cek nemene yo..

  30. rudy August 18, 2009 at 8:12 am #

    @yesi
    oyi rek..riyoyo iki rencana mudik kok..sampeyan yok opo,mudik pisan tah? mbak eja, sopo ae sing kate mudik, pul kumpul tah..

  31. eja August 19, 2009 at 7:54 am #

    @rudy :
    Tenan ta ketemuan..pul-kumpul ngunu iku…?! Aku seh mudik tapi gak tau kapan. Yo opo rek..? silaturahmi bareng tah ning Jember..? Jo lali..Ojub mbek anak’e di jak ben kenal sisan..!
    Eh ngumpul ning endi yo enak’e…? Ada ide..?

    //eja//

  32. teguh August 20, 2009 at 2:56 pm #

    aku nyumbang kosakata wong jember rek,,

    nek cerewet jare wong jember CEREMEH

    Alun2–>Lunalun

    tanya kabar–>dharamma kabar?

  33. eja August 20, 2009 at 6:04 pm #

    @teguh :

    hehehe.. makasih tambahannya Mas Teguh. Saya jadi inget temen lama namanya vivin karna cerewet bangget sampe di panggil meh..ceremeh..! :)

    Baru mampir di jemberbanget.com ya..?! Met gabung deh..

    //eja//

  34. mift August 21, 2009 at 5:31 pm #

    Merdeka …!!!!
    Selamat Menunaikan ibadah puasa …?

    waduh ide bagus tuh..kalau akan ada silaturrahmi JB.Saya ikut mendukung deh..full !!!
    Insya Allah aku juga mau mudik , belum tahu hari pastinya , yg jelas habis lebaran ke-3.

    lokasi :1. rumah simpatisan JB, 2.tempat wisata , atau 3. rumah makan yg luas .
    Kalau pilihan ke -3 lebih enak , karena kita cukup bayar makan-nya doang . 2 atau 3 tahun tahun lalu aku pernah kumpul keluarga besar di salah satu rumah makan di mangli , ternyata untuk 15 orang masih Ok juga.

    jadi yg mau ….silahkan saja mendaftar pada mbak Eja(gimana siap..kah)!!!

    acara …kita susun belakangan…tapi aku yakin akan ada ide kedepan yg cukup bermanfaat .

    thanks
    Mift

  35. trisusanto September 7, 2009 at 3:59 am #

    Kalo Q lihat selaku orang Madura Asli, bahasa Jemberan tu (mungkin) berasal dari bahasa Madura.
    Kemungkinan dibawa orang Sumenep yang merantau ke Situbondo, melhat di Situbondo ada pelabuhan yang langsug menuju Sumenep. Mereka berbaur dengan warga sekitar sehingga bahasanya jadi kayak gitu (Madura campur Jawa). Perjalanan berlanjut ke Bondowoso dan akhirnya ke Jember.
    Faktanya, semakin ke Timur, bahasa daerah Jember – Bondowoso – Situbondo semakin terasa Madura Sumenepnya.
    Tapi sampe sekarang, kosakata mereka nggak selengkap kosakata asli Madura, kalo Q pas ngobrol ama mereka (anak2 Jember-Bndwso-Stbondo) pake bahasa Madura, kadang mereka nggak mudeng dengan kosakata Q.
    Nah karena itu, timbul sebutan Madura Negeri (bagi orang Madura Pulau) dan Madura Swasta (Bagi orang yang berbahasa Madura di luar Pulau Madura) Hehehehe……

  36. eja September 7, 2009 at 8:56 am #

    @trisusanto:

    Wah..wah.. pengetahuan sampeyan ini luas ya.. dari kenitu sampe asal usul bahasa jemberan.. smuanya tahu.. Tapi yang bikin saya ketawa ternyata orang madura itu pegawai semua ya..

    …..timbul sebutan Madura Negeri (bagi orang Madura Pulau) dan Madura Swasta (Bagi orang yang berbahasa Madura di luar Pulau Madura)….

    //eja//

  37. rixen October 3, 2009 at 8:55 am #

    keren abiz……….JFC

  38. putraadhi October 13, 2009 at 10:55 pm #

    JFC bs dktakn slh satu wjd kreasi anak Jember yg unik, luar biasa dan tdk plagiat/tdk ada sblmx. Bhkn dari JFC… mncl karnaval2 srupa d tmp/daerah laen yg sec konsep meniru JFC.
    Inilah kreasi anak Jember yg patut qt apresiasi… krn dtrm oleh bngsa Indonesia dan dunia Int’l… Smg Jember mjd tmp munculx kreasi baru, yg luar biasa, dan dikenal seantero dunia.
    Anak Jember sbg pencipta kreasi, mode atau trend… sy rasa ini benarlah adax dan tdk brlebihan

  39. putraadhi October 13, 2009 at 11:10 pm #

    Marilah qt dr skrg mulai berbulat tekad… qt jaga Jember tercinta qt… Walau (kataknlah..) Jember dianggap sblh mata, kurang drespon oleh pemprop dan pem pusat dlm hal program & alokasi dana pmbgunan…, namun qt mampu bgkit dg kaki & tgan qt.. anak2 Jember sndiri.
    JFC, JCC, BBJ dg sgala eventx… inilah ikhtiar Jember menuju kepopuleran… (tdk hny ini), dan jg bhkn kmajuan dlm sgl bidang d ms dpn yg tdk lama lg. Pastii…

  40. eja October 15, 2009 at 11:17 am #

    @putraadhi :
    Thanks berat Mas…. JEMBER saat ini sudah berhasil menarik perhatian Indonesia. Dan benar.. “GONG” terbesar dimulai lewat Event Jember Fashion Carnaval.

    Harapan saya dan teman-teman Jember Banget dot COM apa yang sudah diraih saat ini diikuti juga dengan keberhasilan-keberhasilan lain agar Jember makin dikenal dan diakui.
    Dari satu langkah kecil dan bersama-sama.
    Bagaimana…?

    //eja//

  41. efril October 22, 2009 at 9:30 am #

    maaf telat komen..hehe:p,
    sedikit info (mungkin sudah tau s’mua),
    event JFC kmrin d jadikan tema oleh salah satu sineas muda jember pada event ”EAGLE AWARD DOCUMENTATION COMPETITION 2009” yg d selenggarakan Metro TV.dan alhamdulillah skrg sudah masuk grand final (penentuan juara lewat polling sms).
    kmren pda tgl 20 okt behind the scenes’nya sdh tayang di metro tv.
    dukung dan saksikan terus kiprah sineas muda jember d ajang EADC ’09

    jember harus berbangga punya event sekelas JFC:)

Trackbacks/Pingbacks

  1. Oemar Bakri Menyelamatkan Bumi | Jember Banget - October 31, 2009

    [...] Sisi Lain Jember Fashion Carnaval 2009 [...]

  2. Tawangalun Yang Terlupakan | Jember Banget - November 26, 2009

    [...] Sisi Lain Jember Fashion Carnaval 2009 [...]

  3. Gus dan Ning Ujung Tombak Pariwisata Jember | Jember Banget - December 8, 2009

    [...] Sisi Lain Jember Fashion Carnaval 2009 [...]

  4. Gus dan Ning Untuk kemajuan Jember ? | Jember Banget - December 12, 2009

    [...] Sisi Lain Jember Fashion Carnaval 2009 [...]

Leave a Reply