Jalan-jalan ke pasar tradisional sudah jadi salah satu aktifitas favorite saya di Jember. Bagi saya jalan santai dengan pandangan yang segar-segar dari warna warni sayuran yang di jajakan adalah hal seru seperti halnya saat saya jalan di mall-mall besar. Di Jember memang banyak tersebar pasar-pasar tradisioanl tapi entah kenapa saya selalu datang ke pasar yang satu ini, pasar kepatihan atau pasar GNI.
Nah..kalau anda baru tinggal di Jember dan masih belum pernah datang ke pasar yang ada di Jl. Trunojoyo ini sayang banget. Pasar kepatihan ada di sepanjang gang atau lebih tepatnya ada di jalan kecil antara rumah-rumah penduduk. Maaf ya saya belum tau sejak kapan pasar ini mulai beroperasi, yang pasti pasar kepatihan ada di Jl Trunojoyo tapi bisa juga di akses dari tembaa’an sebelum geladak kembar. Masih belum tau…? hehehe… Pasar ini lumayan panjang karena sebagian penjual ada di gang sempit anda musti jago miring kiri miring kanan berbagi jalan dengan pembeli yang lain.
Saya selalu masuk pasar ini lewat jalan trunojoyo itu yang berdekatan dengan autlet motor suzuki. Kalaupun saya kesini cuma mlaku-mlaku thok gak lupa bubur biji salak selalu ada di tangan saat saya pulang hehehe… Ya..ya..kalau anda kangen sama bubur biji salak bisa menemukan penjual bubur yang sudah puluhan tahun jualan di pasar ini. Tapi…penjual bubur seperti ini ada beberapa, yang paling enak dan terkenal itu lapak warungnya agak jauh kedalam dii sebelah kiri, yang jualan Ibunya gemuk dan agak sepuh. Selain bubur biji salak ada juga jenis bubur lain seperti ketan hitam, bubur sum sum dll. Kalaupun anda mau coba bubur campur yang isinya macam-macam itu bisa juga kok, tinggal bilang sama Ibunya mau beli bubur apa pasti di layanin. Selain enak aneka jenis bubur ini juga di jual dengan harga yang murah meriah, porsinya cukup gak berlebih.
Namanya juga pasar tradisional pasti rame banget, penuh sama penjual dan pembeli. Mulai dari penjual ikan, daging, sayur, kue, nasi bungkus, penjual lontong, sampe penjual baju musiman juga ada disini. Dulu sebelum sering ke pasar kepatihan saya pernah juga datang ke beberapa pasar tradisional yang lain tapi entah kenapa saya lebih enjoy kalau ke sini, apalagi menurut saya semua yang di jual lebih fresh dan murah. Yang saya kangenin kalau ke pasar tradisional adalah cara transaksi alias tawar menawarnya itu hehehe..Gak bakalan nemu deh kalau lagi ke supermarket yang modern itu. Meski saya cuma iseng nawar tapi kalau boleh sama si penjual seneng juga loh, padahal turun harganya juga gak jauh-jauh amat sih. Sebenarnya kalau belanja di pasar kepatihan ini gak perlu nawar karena kita sudah bisa dapet barang dengan harga yang cukup murah kok. Tapi namanya juga cewek apalagi ibu-ibu gak seru rasanya kalau gak nawar
iya kan..?!
Kalau anda pencinta pasar tradisional seperti saya harus mampir dan berbelanja disini. Jangan lupa juga liat kanan kiri siapa tau bisa ketemu saya hehehe…
Sumber foto: oemahnulis.wordpress.com







Wah, pasar Kepatihan… Tempat ibu saya biasa belanja mingguan, bahkan hingga hari ini.
@agung:
Bisa neh Tour d Pasar bareng Ibu kamu..
Ada yang mau ikut… ?!